soal Mat Ipa :
http://downloads.ziddu.com/downloadfile/4911350/UANMatatematikaSMAIPA2009.pdf.html
http://kewlshare.com/dl/6abe6a5ebbb6/TryOutMatIpa2009.pdf.html
http://www.ziddu.com/download/266660/U_Matematika2007b.pdf.html
FISIKA:
http://www.ziddu.com/download/4127266/PrediksiFisikaSMA1.pdf..html
Selasa, Juli 14, 2009
Rabu, Desember 17, 2008
hari pahlawan
Ngomong-ngomong tentang "Hari Pahlawan". Kayaknya teman-teman uda nggak minat dengarnya. Tapi tunggu dulu, jangan dulu beranjak. Emanknya teman-teman dah tau isinya. Kan belom, makanya baca dulu.
Kalo pahlawan pastinya uda tau artinya, tapi kalo sejarahnya mengapa tanggal 10 November disebut “Hari Pahlawan” kayaknya, belom tau semua kan? Sebenarnya kalo udah belajar pelajaran Sejarah dengan serius pasti dah tau. Tapi kan informasi nggak hanya dari guru, Mading kita ini juga bisa jadi media informasi, ya nggak? Kayaknya basa-basinya uda terasa basi kali ya? Okay, kalo gitu kita to do …… /point aja/ ah sok tau lu, orang aja baru ngambil napas. Yang benar to do THIS BLOG aja. Kalo ada event-event penting, biasanya pasti ada sejarahnya. Bukan mau membuat kalian hobby sejarah, tapi untuk nambahin wawasan kita. Tapi kalo hobby juga gak pa-pa.
Hari Pahlawan itu diperingati tiap tahun tanggal 10 November, yang diambil dari peristiwa Pertempuran Arek-arek Suroboyo dengan NICA ama Sekutu di Surabaya tahun ’45. Kalo nggak salah salah satu history maker-nya Bung Tomo. Hey friend, sabar dong, sejarah itu harus K-R-O-N-O-L-O-G-I-S. Jadi ikuti aja `alur’ ceritanya.
Kan, 17 Agustus 1945, kedua Bapak Proklamator kita, Sukarno-Hatta, udah memproklamasikan kemerdekaan bangsa kita dari kolonialisme Jepang. Tatkala kita merdeka, sebelumnya kan Jepang yang kalah perang dalam Perang Pasifik. Akibatnya, Sekutu (Geng-nya Belanda) mengambil alih daerah jajahan Jepang. Untuk mengambil alih Indonesia dibuat organisasi yang dinamain AFNEI. Jadi nukleus-nya, Belanda dan kawan kawan-nya tidak ngakuin kemerdekaan kita.
Hal itu dibuktikan dengan datangnya tentara Sekutu ke Surabaya tanggal 25 Oktober ’45, yang dipimpin Brigjen A.W.S. Mallaby. Pertama-tamanya, mereka bilang ama pemerintah RI di Surabaya, mereka nggak bawa pasukan Belanda dan mereka nggak bakalan menyerang rakyat Indonesia yang ada di sono.
\ Pertempuran Pertama
Tapi pada 26 Oktober ’45, mereka ngelanggar janji mereka. Mereka (AFNEI) menyerang Penjara Kalisosok untuk ngebebasin orang-orang mereka yang ditahan di sono. Besoknya, mereka menduduki Bandara Tanjung Perak, Kantor Pos Besar, Gedung Internatio dsb. Hal itu tentu memicu kemarahan rakyat Suroboyo. Pertempuran pun tak terelakkan, sejak hari itu ampe tgl 30, terjadilah pertempuran itu.
Akhirnya Presiden Sukarno dan Jend. Hawthorn (AFNEI) ngadain kesepakatan pada tgl 29 agar ngak lebik banyak lagi orang yang tewas. Mereka sepakat membentuk komite penghubung yang bertugas mengatur en skalian memperbaiki hub. yang gak harmonis itu. Akan tetapi gencatan senjata baru dapat dilaksanakan ketika Brigjen. Mallaby mati terbunuh di gedung Bank Internatio dekat Jembatan Merah.
\ Ultimatum AFNEI
Rupanya matinya komandan AFNEI itu membuat geram hati AFNEI, yang ditandai munculnya ultimatum yang ditandatangani Mayjen. Mansergh, yang mengancam bahwa mereka akan balas dendam dan menyuruh rakyat Surabaya nyerah tanpa syarat dan nyerahin senjatanya ama mereka. Mereka mengancam jika rakyat Surabaya tidak ngelakuin perintah mereka sebelom 10 November pukul 06.00 WIB, mereka akan nyerang Surabaya dari darat, laut, dan udara.
* Pertempuran 10 November 1945
Rakyat Surabaya yang gak mau naati ultimatum itu benar-benar digempur habis-habisan oleh Sekutu. Pertempuran yang terjadi 62 tahun yang lalu itu, diperjuangkan oleh rakyat Surabaya dengan semangat patriotisme yang luar biasa.
Gubernur Suryo dan Bung Tomo adalah wakil dari kelompok tua dan muda yang mencerminkan semangat persatuan yang luar biasa dalam andil mereka dalam pertempuran itu. Walau mereka tau, senjata pasukan AFNEI jauh lebih modern, tapi kota Surabaya dapat dipertahankan sampe + 3 minggu lamanya.
Untuk mengenang kepahlawanan para kusuma bangsa kita dari Surabaya itu, pemerintah NKRI menetapkan tanggal 10 November sebagai “Hari Pahlawan”, yang dianggap telah mewakili semangat perjuangan seluruh bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan kita ini.
Nah.., itulah the history of Heroic Day yang kita peringati tgl 10 Novemer 2007 ini. Semoga teman-teman jadi lebih tau dan lebih menghargai jasa para pahlawan kita. Coba aja, kita mikirin, kalo kita disuruh angkat senjata mo nggak? Pasti ada yang jawab, sorry aja ya, nggak level. Makanya, kita yang sekarang hidup di alam mikro-kemerdekaan, harusnya bisa berjuang dengan belajar giat dan pada akhirnya boleh bekerja keras bersama-sama membangun our dream, Indonesia Impian.
Glossarium :
§ Historia Rubrica (Bahasa Latin) : Rubrik/kolom artikel tentang sejarah.
§ Nukleus-nya : intinya, simpulannya.
§ Ultimatum : suatu keputusan / instruksi yang dipaksakan kepada suatu pihak untuk dilaksanakan terkadang disertai ancaman.
§ Alam Mikro - Kemerdekaan : kehidupan yang merdeka di dalam arti yang sempit(mikro) atau tidak sepenuhnya merdeka.
Kalo pahlawan pastinya uda tau artinya, tapi kalo sejarahnya mengapa tanggal 10 November disebut “Hari Pahlawan” kayaknya, belom tau semua kan? Sebenarnya kalo udah belajar pelajaran Sejarah dengan serius pasti dah tau. Tapi kan informasi nggak hanya dari guru, Mading kita ini juga bisa jadi media informasi, ya nggak? Kayaknya basa-basinya uda terasa basi kali ya? Okay, kalo gitu kita to do …… /point aja/ ah sok tau lu, orang aja baru ngambil napas. Yang benar to do THIS BLOG aja. Kalo ada event-event penting, biasanya pasti ada sejarahnya. Bukan mau membuat kalian hobby sejarah, tapi untuk nambahin wawasan kita. Tapi kalo hobby juga gak pa-pa.
Hari Pahlawan itu diperingati tiap tahun tanggal 10 November, yang diambil dari peristiwa Pertempuran Arek-arek Suroboyo dengan NICA ama Sekutu di Surabaya tahun ’45. Kalo nggak salah salah satu history maker-nya Bung Tomo. Hey friend, sabar dong, sejarah itu harus K-R-O-N-O-L-O-G-I-S. Jadi ikuti aja `alur’ ceritanya.
Kan, 17 Agustus 1945, kedua Bapak Proklamator kita, Sukarno-Hatta, udah memproklamasikan kemerdekaan bangsa kita dari kolonialisme Jepang. Tatkala kita merdeka, sebelumnya kan Jepang yang kalah perang dalam Perang Pasifik. Akibatnya, Sekutu (Geng-nya Belanda) mengambil alih daerah jajahan Jepang. Untuk mengambil alih Indonesia dibuat organisasi yang dinamain AFNEI. Jadi nukleus-nya, Belanda dan kawan kawan-nya tidak ngakuin kemerdekaan kita.
Hal itu dibuktikan dengan datangnya tentara Sekutu ke Surabaya tanggal 25 Oktober ’45, yang dipimpin Brigjen A.W.S. Mallaby. Pertama-tamanya, mereka bilang ama pemerintah RI di Surabaya, mereka nggak bawa pasukan Belanda dan mereka nggak bakalan menyerang rakyat Indonesia yang ada di sono.
\ Pertempuran Pertama
Tapi pada 26 Oktober ’45, mereka ngelanggar janji mereka. Mereka (AFNEI) menyerang Penjara Kalisosok untuk ngebebasin orang-orang mereka yang ditahan di sono. Besoknya, mereka menduduki Bandara Tanjung Perak, Kantor Pos Besar, Gedung Internatio dsb. Hal itu tentu memicu kemarahan rakyat Suroboyo. Pertempuran pun tak terelakkan, sejak hari itu ampe tgl 30, terjadilah pertempuran itu.
Akhirnya Presiden Sukarno dan Jend. Hawthorn (AFNEI) ngadain kesepakatan pada tgl 29 agar ngak lebik banyak lagi orang yang tewas. Mereka sepakat membentuk komite penghubung yang bertugas mengatur en skalian memperbaiki hub. yang gak harmonis itu. Akan tetapi gencatan senjata baru dapat dilaksanakan ketika Brigjen. Mallaby mati terbunuh di gedung Bank Internatio dekat Jembatan Merah.
\ Ultimatum AFNEI
Rupanya matinya komandan AFNEI itu membuat geram hati AFNEI, yang ditandai munculnya ultimatum yang ditandatangani Mayjen. Mansergh, yang mengancam bahwa mereka akan balas dendam dan menyuruh rakyat Surabaya nyerah tanpa syarat dan nyerahin senjatanya ama mereka. Mereka mengancam jika rakyat Surabaya tidak ngelakuin perintah mereka sebelom 10 November pukul 06.00 WIB, mereka akan nyerang Surabaya dari darat, laut, dan udara.
* Pertempuran 10 November 1945
Rakyat Surabaya yang gak mau naati ultimatum itu benar-benar digempur habis-habisan oleh Sekutu. Pertempuran yang terjadi 62 tahun yang lalu itu, diperjuangkan oleh rakyat Surabaya dengan semangat patriotisme yang luar biasa.
Gubernur Suryo dan Bung Tomo adalah wakil dari kelompok tua dan muda yang mencerminkan semangat persatuan yang luar biasa dalam andil mereka dalam pertempuran itu. Walau mereka tau, senjata pasukan AFNEI jauh lebih modern, tapi kota Surabaya dapat dipertahankan sampe + 3 minggu lamanya.
Untuk mengenang kepahlawanan para kusuma bangsa kita dari Surabaya itu, pemerintah NKRI menetapkan tanggal 10 November sebagai “Hari Pahlawan”, yang dianggap telah mewakili semangat perjuangan seluruh bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan kita ini.
Nah.., itulah the history of Heroic Day yang kita peringati tgl 10 Novemer 2007 ini. Semoga teman-teman jadi lebih tau dan lebih menghargai jasa para pahlawan kita. Coba aja, kita mikirin, kalo kita disuruh angkat senjata mo nggak? Pasti ada yang jawab, sorry aja ya, nggak level. Makanya, kita yang sekarang hidup di alam mikro-kemerdekaan, harusnya bisa berjuang dengan belajar giat dan pada akhirnya boleh bekerja keras bersama-sama membangun our dream, Indonesia Impian.
Glossarium :
§ Historia Rubrica (Bahasa Latin) : Rubrik/kolom artikel tentang sejarah.
§ Nukleus-nya : intinya, simpulannya.
§ Ultimatum : suatu keputusan / instruksi yang dipaksakan kepada suatu pihak untuk dilaksanakan terkadang disertai ancaman.
§ Alam Mikro - Kemerdekaan : kehidupan yang merdeka di dalam arti yang sempit(mikro) atau tidak sepenuhnya merdeka.
Sabtu, November 08, 2008
Pertempuran 10November
Kalo pahlawan pastinya uda tau artinya, tapi kalo sejarahnya mengapa tanggal 10 November disebut “Hari Pahlawan” kayaknya, belom tau semua kan ? Sebenarnya kalo udah belajar pelajaran Sejarah dengan serius pasti dah tau. Tapi kan informasi nggak hanya dari guru, Mading kita ini juga bisa jadi media informasi, ya nggak? Kayaknya basa-basinya uda terasa basi kali ya? Okay, kalo gitu kita to do …… /point aja/ ah sok tau lu, orang aja baru ngambil napas. Yang benar to do THIS BLOG aja. Kalo ada event-event penting, biasanya pasti ada sejarahnya. Bukan mau membuat kalian hobby sejarah, tapi untuk nambahin wawasan kita. Tapi kalo hobby juga gak pa-pa.
Hari Pahlawan itu diperingati tiap tahun tanggal 10 November, yang diambil dari peristiwa Pertempuran Arek-arek Suroboyo dengan NICA ama Sekutu di Surabaya tahun ’45. Kalo nggak salah salah satu history maker-nya Bung Tomo. Hey friend, sabar dong, sejarah itu harus K-R-O-N-O-L-O-G-I-S. Jadi ikuti aja `alur’ ceritanya.
Hal itu dibuktikan dengan datangnya tentara Sekutu ke Surabaya tanggal 25 Oktober ’45, yang dipimpin Brigjen A.W.S. Mallaby. Pertama-tamanya, mereka bilang ama pemerintah RI di Surabaya, mereka nggak bawa pasukan Belanda dan mereka nggak bakalan menyerang rakyat Indonesia yang ada di sono.
\ Pertempuran Pertama
Tapi pada 26 Oktober ’45, mereka ngelanggar janji mereka. Mereka (AFNEI) menyerang Penjara Kalisosok untuk ngebebasin orang-orang mereka yang ditahan di sono. Besoknya, mereka menduduki Bandara Tanjung Perak, Kantor Pos Besar, Gedung Internatio dsb. Hal itu tentu memicu kemarahan rakyat Suroboyo. Pertempuran pun tak terelakkan, sejak hari itu ampe tgl 30, terjadilah pertempuran itu.
\ Ultimatum AFNEI
Rupanya matinya komandan AFNEI itu membuat geram hati AFNEI, yang ditandai munculnya ultimatum yang ditandatangani Mayjen. Mansergh, yang mengancam bahwa mereka akan balas dendam dan menyuruh rakyat Surabaya nyerah tanpa syarat dan nyerahin senjatanya ama mereka. Mereka mengancam jika rakyat Surabaya tidak ngelakuin perintah mereka sebelom 10 November pukul 06.00 WIB, mereka akan nyerang Surabaya dari darat, laut, dan udara.
Rakyat Surabaya yang gak mau naati ultimatum itu benar-benar digempur habis-habisan oleh Sekutu. Pertempuran yang terjadi 62 tahun yang lalu itu, diperjuangkan oleh rakyat Surabaya dengan semangat patriotisme yang luar biasa.
Gubernur Suryo dan Bung Tomo adalah wakil dari kelompok tua dan muda yang mencerminkan semangat persatuan yang luar biasa dalam andil mereka dalam pertempuran itu. Walau mereka tau, senjata pasukan AFNEI jauh lebih modern, tapi kota Surabaya dapat dipertahankan sampe + 3 minggu lamanya.
Nah.., itulah the history of Heroic Day yang kita peringati tgl 10 Novemer 2007 ini. Semoga teman-teman jadi lebih tau dan lebih menghargai jasa para pahlawan kita. Coba aja, kita mikirin, kalo kita disuruh angkat senjata mo nggak? Pasti ada yang jawab, sorry aja ya, nggak level. Makanya, kita yang sekarang hidup di alam mikro-kemerdekaan, harusnya bisa berjuang dengan belajar giat dan pada akhirnya boleh bekerja keras bersama-sama membangun our dream, Indonesia Impian.
Glossarium :
§ Historia Rubrica (Bahasa Latin) : Rubrik/kolom artikel tentang sejarah.
§ Nukleus-nya : intinya, simpulannya.
§ Ultimatum : suatu keputusan / instruksi yang dipaksakan kepada suatu pihak untuk dilaksanakan terkadang disertai ancaman.
§ Alam Mikro - Kemerdekaan : kehidupan yang merdeka di dalam arti yang sempit(mikro) atau tidak sepenuhnya merdeka.
Referensi :
Referensi :
§ Sejarah untuk Kelas 3 SLTP (Intan Pariwara)
§ IPS Sejarah Jilid 3 Untuk SLTP Kelas 3 (Erlangga)
§ IPS Sejarah Kelas IX Untuk SMP (Cempaka Putih)
Minggu, Juli 20, 2008
Peradaban Maya
Maya adalah bagian dari bangsa Indian yg menetap di daerah Semenanjung Yukatan dan Tanah Genting Tehuantepec(Meksiko)serta daerah-daerah yg sekarang ini adalah Honduras, Belize, El Salvador, dan Guatemala di Amerika Tengah (Mesoamerika). Kebudayaan bangsa Maya telah layak disebut peradaban karena memiliki pencapai kultural yg maju dan kompleks. Hal itu terlihat dari piramid-piramid Maya yg megah (arsitektur), pengetahuan tentang astronomi dan sistem kalender yang akurat, tulisan piktograf Maya, dan pilar-pilar batu "stelae" yang juga memiliki catatan-catatan tertulis, dll.
PERADABAN MESIR KUNO
Peradaban Mesir Kuno tumbuh dan berkembang di lembah dan delta sungai Nil. Sungai Nil mengalami banjir tiap tahunnya dan meninggalan endapan lumpur yang berwarna hitam, endapan ini yang menjadikan kawasan lembah dan delta sungai Nil menjadi subur, sehingga dapat mengembangkan pertanian.
Bangsa Mesir Kuno telah mengenal tulisan Hieroglif, yang kemudian dikembangkan menjadi tulisan Hieratik dan Demotik. Bangsa Mesir Kuno menyembah dewa-dewi (politeisme), mengeramatkan hewan tertentu (totemisme) dan kekuatan alam (nature worship), dan juga mengenal jimat atau amulet (dinamisme). Bangsa ini juga telah mengenal stratifikasi sosial, dimana ada yang disebut si kaya dan si miskin. Pemerintahannya berbentuk kerajaan yang dipimpin seorang raja. Pertanian menjadi sektor utama yang menopang kehidupan bangsa ini. Belakangan sektor perniagaan, industri, dan kerajinan sangat berkembang, sehingga masyarakat ini dapat dikatakan sudah mapan dari berbagai sektor perekonomian. Ilmu penetahuan seperti matematika, biologi, dan astronomi juga telah dikenal oleh bangsa Mesir Kuno, terbukti dari teknologi pembangunan piramid, pengawetan mumi, dan sistem penanggalan. Seni yang dikenal bangsa Mesir Kuno ialah seni patung, seni ukir, seni lukis, seni musik, dan seni dekoratif. Seni bangunan atau arsitektur Mesir Kuno tidak perlu diragukan lagi, piramid-piramid raksasa, kuil-kuil, dan istana-istana yang megah sudah menunjukkan produk seni arsitektur.
Bangsa Mesir Kuno menggunakan istilah “Mesir Bawah” atau “Mesir Utara” atau “Mesir Hilir” untuk menyebut bagian muara dan delta Nil di sebelah utara dan ketinggiannya yang lebih rendah. Sedangkan istilah “Mesir Atas” atau “Mesir Selatan” atau “Mesir Hulu” untuk menyebut bagian lembah Nil mulai dari perbatasan dengan Sudan hingga ke perbatasan dengan Mesir Bawah. Mesir Atas terletak lebih tinggi dari Mesir Bawah dan berada di bagian selatan wilayah Mesir. Penguasa dari Mesir Selatan biasanya menetapkan ibukota pemerintahan di Thebe, sedangkan penguasa dari Mesir Utara biasanya menetapkan ibukota pemerintahan di Memphis.
Keadaan Geografis
Bentuk topografi yang terdapat di sekitar dan di tempat tumbuhnya peradaban ini antara lain :
a. Sungai Nil
Sungai Nil terdiri atas beberapa cabang, yaitu Sungai Nil Putih, Sungai Nil Biru, dan Sungai Atbara. Sungai Nil putih berawal dari danau Victoria di Uganda. Air sungai Nil Putih kaya dengan unsur hara. Sungai Nil Biru bermata air di danau Tana dan alirannya bertemu dengan Sungai Nil Putih di Khartoum, Sudan. Sungai Atbara bermata air di pegunungan Etiopia. Air sungai ini kaya dengan bahan mineral. Gabungan antara unsur hara dan mineral ini yang akan menjadi faktor penyubur lembah sungai Nil. Sungai Nil dari Khartoum mengalir membelah wilayah Mesir dan bermuara di Laut Tengah.
Setiap pertengahan Juli sampai pertengahan November, curah hujan yang meningkat dan kumpulan salju di puncak-puncak Dataran Tinggi Afrika Timur di sekitar Ethiopia mencair, sehingga mengakibatkan Sungai Nil mengalami banjir besar. Air sungai meluap dan membanjiri kawasan sepanjang daratan tepiannya yang rendah. Banjir tahunan Sungai Nil itu mencapai titik kulminasinya pada awal September. Saat air telah surut kembali, banjir tersebut meninggalkan endapan lumpur berwarna hitam yang sangat subur, di sepanjang lembah Nil dengan jangkauan antara 15 – 50 km. Oleh karena, setiap tahun tanah lembah Nil selalu dibaharui dengan endapan lumpur yang subur, maka lembah ini telah dimanfaatkan bangsa Mesir Kuno menjadi lahan pertanian secara terus-menerus selama lebih dari 4.000 tahun dan tetap subur.[1]
b. Lembah Nil, Delta Nil, dan Jazirah Sinai
Lembah Nil membentang di sepanjang kanan-kiri aliran Sungai Nil dan mendapatkan kesuburannya dari endapan yang tertinggal pasca-banjir. Sedangkan Delta Nil terletak di ujung aliran Sungai Nil menuju Laut Tengah dan memperoleh kesuburannya dari pembentukannya, yang berasal dari endapan-endapan yang terbawa oleh aliran Sungai Nil dan kemudian mengendap di muara Sungai Nil. Jazirah Sinai merupakan dataran tinggi yang terletak di sebelah timur Terusan Suez, terusan yang membatasi Mesir dengan Jazirah Sinai. Jazirah Sinai terkenal dengan deposit barang tambangnya.
c. Jeram-Jeram Sungai Nil dan Terusan Suez
Air terjun-air terjun sepanjang Sungai Nil termasuk deras, sehingga tetap menyulitkan dan mencegah serangan musuh dari sebelah selatan. Benteng alamiah Mesir hanya rawan di satu tempat, yaitu di Terusan Suez. Terusan Suez merupakan penghubung antara peradaban Mesir kuno di Benua Afrika dengan peradaban lembah Eufrat-Tigris (Mesopotamia) di Benua Asia. Terusan Suez telah menjadi bagian dari rute perdagangan, pertukaran ide, dan rute invasi militer.
d. Laut Mediterania, Laut Merah, Gurun Libya, dan Gurun Nubia
Laut Mediterania (Laut Tengah) terletak di sebelah utara wilayah Mesir, sedangkan Laut Merah terletak di sebelah timur wilayah Mesir. Gurun Libya menjadi batas geografis wilayah Mesir di sebelah barat, sedangkan Gurun Nubia menjadi batas geografis wilayah Mesir di sebelah selatan. Wilayah Mesir dikelilingi oleh Laut Mediterania, Laut Merah, Gurun Libya, dan Gurun Nubia, sehingga memberikan suatu proteksi alamiah terhadap penduduk Mesir Kuno. Di samping itu terdapat Gurun Timur, yang membentang dari tepi lembah Nil hingga ke pantai Laut Merah.
Sistem Pemerintahan
a. Permulaan dan Bentuk Pemerintahan
Pembentukan pemerintahan Mesir Kuno dapat dilihat dari dua segi, yaitu dari segi perkembangan satuan-satuan birokrasi dan dari segi praktik pengorganisasian irigasi.
Berdasarkan perkembangan satuan-satuan birokrasi, sejarah politik di Mesir berawal dari terbentuknya komunitas-komunitas di desa-desa dengan pemerintahan desa-desa. Dari desa-desa kecil berkembanglah menjadi kota yang otonom. Kemudian mulai terbentuk kerajaan kecil akibat ekspansi atau penaklukan wilayah lain oleh kota-kota yang mapan. Kerajaan-kerajaan kecil ini kemudian disatukan menjadi kerajaan Mesir Hilir dan Mesir Hulu. Proses tersebut berawal dari tahun 4000 SM namun pada tahun 3400 SM seorang penguasa bernama Menes mempersatukan kedua kerajaan tersebut menjadi satu kerajaan Mesir yang besar.
Sejak unifikasi Mesir oleh Menes, bentuk pemerintahan Mesir kuno menganut tipe-tipe bentuk pemerintahan sebagai berikut.
1) Kerajaan. Oleh karena memiliki bentuk pemerintahan kerajaan, maka pemegang kekuasaan tertingginya adalah raja.
2) Otokrasi atau Monarki Absolut. Dikatakan demikian, karena pemegang kekuasaan tertinggi di Mesir Kuno, yakni raja, memiliki kekuasaan yang tidak terbatas (absolut).
3) Teokrasi. Sistem kepercayaan begitu melekat dengan seluruh aspek kehidupan bangsa Mesir Kuno, termasuk aspek pemerintahan. Bentuk pemerintahan Mesir Kuno disebut teokrasi, karena raja merangkap sebagai imam tertinggi (priest-king) yang menguasai segala aspek religi maupun pemerintahan. Pengaruh teokrasi ini begitu kental dalam pemerintahan, akan tetapi mulai luntur ketika raja tidak lagi dipercaya sebagai dewa, melainkan hanya sebagai keturunan dewa.
b. Sistem Kekuasaan Raja
Raja Mesir kuno disebut Pharaoh. Kata Pharaoh ini berasal dari kata “per-o” atau “per-aa”, yang berarti rumah besar, istana, atau yang tinggal di dalam istana. Sedangkan orang Arab mengucapkan kata “pharaoh” dengan kata “firaun”. Masyarakat Mesir kuno memandang figur seorang pharaoh sebagai figur yang sangat suci, bahkan rakyat tidak diizinkan memanggil secara langsung nama pharaoh tersebut. Mereka hanya diperbolehkan memenggil gelar “per-o”, sebutan untuk tempat tinggal pemimpin mereka.
Kekuasaan sekaligus tanggung jawab raja Mesir Kuno antara lain sebagai berikut :
1) Mengatur dan menyelenggarakan pemerintahan yang adil (eksekutif).
2) Membuat undang-undang atau hukum (legislatif).
3) Menguasai pengadilan (yudikatif).
4) Memimpin angkatan perang (militer).
5) Memutuskan kebijakan mengenai hubungan luar negeri.
6) Memelihara keseimbangan alam.
7) Mengatur kelancaran sistem irigasi dan hasil panen.
8) Mengawasi masalah pertambangan dan perdagangan.
9) Memimpin upacara keagamaan (teokrat).
[1] Berangkat dari fenomena alam tersebut, Herodotus, sejarawan Yunani, menyebut Mesir sebagai “The Give of Nile” atau “Hadiah Sungai Nil”, karena tanpa endapan lumpur hitam itu, niscaya wilayah Mesir akan menjadi lahan tandus, yang tidak dapat dikembangkan untuk pertanian, awal mula peradaban ini.
Bangsa Mesir Kuno telah mengenal tulisan Hieroglif, yang kemudian dikembangkan menjadi tulisan Hieratik dan Demotik. Bangsa Mesir Kuno menyembah dewa-dewi (politeisme), mengeramatkan hewan tertentu (totemisme) dan kekuatan alam (nature worship), dan juga mengenal jimat atau amulet (dinamisme). Bangsa ini juga telah mengenal stratifikasi sosial, dimana ada yang disebut si kaya dan si miskin. Pemerintahannya berbentuk kerajaan yang dipimpin seorang raja. Pertanian menjadi sektor utama yang menopang kehidupan bangsa ini. Belakangan sektor perniagaan, industri, dan kerajinan sangat berkembang, sehingga masyarakat ini dapat dikatakan sudah mapan dari berbagai sektor perekonomian. Ilmu penetahuan seperti matematika, biologi, dan astronomi juga telah dikenal oleh bangsa Mesir Kuno, terbukti dari teknologi pembangunan piramid, pengawetan mumi, dan sistem penanggalan. Seni yang dikenal bangsa Mesir Kuno ialah seni patung, seni ukir, seni lukis, seni musik, dan seni dekoratif. Seni bangunan atau arsitektur Mesir Kuno tidak perlu diragukan lagi, piramid-piramid raksasa, kuil-kuil, dan istana-istana yang megah sudah menunjukkan produk seni arsitektur.
Bangsa Mesir Kuno menggunakan istilah “Mesir Bawah” atau “Mesir Utara” atau “Mesir Hilir” untuk menyebut bagian muara dan delta Nil di sebelah utara dan ketinggiannya yang lebih rendah. Sedangkan istilah “Mesir Atas” atau “Mesir Selatan” atau “Mesir Hulu” untuk menyebut bagian lembah Nil mulai dari perbatasan dengan Sudan hingga ke perbatasan dengan Mesir Bawah. Mesir Atas terletak lebih tinggi dari Mesir Bawah dan berada di bagian selatan wilayah Mesir. Penguasa dari Mesir Selatan biasanya menetapkan ibukota pemerintahan di Thebe, sedangkan penguasa dari Mesir Utara biasanya menetapkan ibukota pemerintahan di Memphis.
Keadaan Geografis
Bentuk topografi yang terdapat di sekitar dan di tempat tumbuhnya peradaban ini antara lain :
a. Sungai Nil
Sungai Nil terdiri atas beberapa cabang, yaitu Sungai Nil Putih, Sungai Nil Biru, dan Sungai Atbara. Sungai Nil putih berawal dari danau Victoria di Uganda. Air sungai Nil Putih kaya dengan unsur hara. Sungai Nil Biru bermata air di danau Tana dan alirannya bertemu dengan Sungai Nil Putih di Khartoum, Sudan. Sungai Atbara bermata air di pegunungan Etiopia. Air sungai ini kaya dengan bahan mineral. Gabungan antara unsur hara dan mineral ini yang akan menjadi faktor penyubur lembah sungai Nil. Sungai Nil dari Khartoum mengalir membelah wilayah Mesir dan bermuara di Laut Tengah.
Setiap pertengahan Juli sampai pertengahan November, curah hujan yang meningkat dan kumpulan salju di puncak-puncak Dataran Tinggi Afrika Timur di sekitar Ethiopia mencair, sehingga mengakibatkan Sungai Nil mengalami banjir besar. Air sungai meluap dan membanjiri kawasan sepanjang daratan tepiannya yang rendah. Banjir tahunan Sungai Nil itu mencapai titik kulminasinya pada awal September. Saat air telah surut kembali, banjir tersebut meninggalkan endapan lumpur berwarna hitam yang sangat subur, di sepanjang lembah Nil dengan jangkauan antara 15 – 50 km. Oleh karena, setiap tahun tanah lembah Nil selalu dibaharui dengan endapan lumpur yang subur, maka lembah ini telah dimanfaatkan bangsa Mesir Kuno menjadi lahan pertanian secara terus-menerus selama lebih dari 4.000 tahun dan tetap subur.[1]
b. Lembah Nil, Delta Nil, dan Jazirah Sinai
Lembah Nil membentang di sepanjang kanan-kiri aliran Sungai Nil dan mendapatkan kesuburannya dari endapan yang tertinggal pasca-banjir. Sedangkan Delta Nil terletak di ujung aliran Sungai Nil menuju Laut Tengah dan memperoleh kesuburannya dari pembentukannya, yang berasal dari endapan-endapan yang terbawa oleh aliran Sungai Nil dan kemudian mengendap di muara Sungai Nil. Jazirah Sinai merupakan dataran tinggi yang terletak di sebelah timur Terusan Suez, terusan yang membatasi Mesir dengan Jazirah Sinai. Jazirah Sinai terkenal dengan deposit barang tambangnya.
c. Jeram-Jeram Sungai Nil dan Terusan Suez
Air terjun-air terjun sepanjang Sungai Nil termasuk deras, sehingga tetap menyulitkan dan mencegah serangan musuh dari sebelah selatan. Benteng alamiah Mesir hanya rawan di satu tempat, yaitu di Terusan Suez. Terusan Suez merupakan penghubung antara peradaban Mesir kuno di Benua Afrika dengan peradaban lembah Eufrat-Tigris (Mesopotamia) di Benua Asia. Terusan Suez telah menjadi bagian dari rute perdagangan, pertukaran ide, dan rute invasi militer.
d. Laut Mediterania, Laut Merah, Gurun Libya, dan Gurun Nubia
Laut Mediterania (Laut Tengah) terletak di sebelah utara wilayah Mesir, sedangkan Laut Merah terletak di sebelah timur wilayah Mesir. Gurun Libya menjadi batas geografis wilayah Mesir di sebelah barat, sedangkan Gurun Nubia menjadi batas geografis wilayah Mesir di sebelah selatan. Wilayah Mesir dikelilingi oleh Laut Mediterania, Laut Merah, Gurun Libya, dan Gurun Nubia, sehingga memberikan suatu proteksi alamiah terhadap penduduk Mesir Kuno. Di samping itu terdapat Gurun Timur, yang membentang dari tepi lembah Nil hingga ke pantai Laut Merah.
Sistem Pemerintahan
a. Permulaan dan Bentuk Pemerintahan
Pembentukan pemerintahan Mesir Kuno dapat dilihat dari dua segi, yaitu dari segi perkembangan satuan-satuan birokrasi dan dari segi praktik pengorganisasian irigasi.
Berdasarkan perkembangan satuan-satuan birokrasi, sejarah politik di Mesir berawal dari terbentuknya komunitas-komunitas di desa-desa dengan pemerintahan desa-desa. Dari desa-desa kecil berkembanglah menjadi kota yang otonom. Kemudian mulai terbentuk kerajaan kecil akibat ekspansi atau penaklukan wilayah lain oleh kota-kota yang mapan. Kerajaan-kerajaan kecil ini kemudian disatukan menjadi kerajaan Mesir Hilir dan Mesir Hulu. Proses tersebut berawal dari tahun 4000 SM namun pada tahun 3400 SM seorang penguasa bernama Menes mempersatukan kedua kerajaan tersebut menjadi satu kerajaan Mesir yang besar.
Sejak unifikasi Mesir oleh Menes, bentuk pemerintahan Mesir kuno menganut tipe-tipe bentuk pemerintahan sebagai berikut.
1) Kerajaan. Oleh karena memiliki bentuk pemerintahan kerajaan, maka pemegang kekuasaan tertingginya adalah raja.
2) Otokrasi atau Monarki Absolut. Dikatakan demikian, karena pemegang kekuasaan tertinggi di Mesir Kuno, yakni raja, memiliki kekuasaan yang tidak terbatas (absolut).
3) Teokrasi. Sistem kepercayaan begitu melekat dengan seluruh aspek kehidupan bangsa Mesir Kuno, termasuk aspek pemerintahan. Bentuk pemerintahan Mesir Kuno disebut teokrasi, karena raja merangkap sebagai imam tertinggi (priest-king) yang menguasai segala aspek religi maupun pemerintahan. Pengaruh teokrasi ini begitu kental dalam pemerintahan, akan tetapi mulai luntur ketika raja tidak lagi dipercaya sebagai dewa, melainkan hanya sebagai keturunan dewa.
b. Sistem Kekuasaan Raja
Raja Mesir kuno disebut Pharaoh. Kata Pharaoh ini berasal dari kata “per-o” atau “per-aa”, yang berarti rumah besar, istana, atau yang tinggal di dalam istana. Sedangkan orang Arab mengucapkan kata “pharaoh” dengan kata “firaun”. Masyarakat Mesir kuno memandang figur seorang pharaoh sebagai figur yang sangat suci, bahkan rakyat tidak diizinkan memanggil secara langsung nama pharaoh tersebut. Mereka hanya diperbolehkan memenggil gelar “per-o”, sebutan untuk tempat tinggal pemimpin mereka.
Kekuasaan sekaligus tanggung jawab raja Mesir Kuno antara lain sebagai berikut :
1) Mengatur dan menyelenggarakan pemerintahan yang adil (eksekutif).
2) Membuat undang-undang atau hukum (legislatif).
3) Menguasai pengadilan (yudikatif).
4) Memimpin angkatan perang (militer).
5) Memutuskan kebijakan mengenai hubungan luar negeri.
6) Memelihara keseimbangan alam.
7) Mengatur kelancaran sistem irigasi dan hasil panen.
8) Mengawasi masalah pertambangan dan perdagangan.
9) Memimpin upacara keagamaan (teokrat).
[1] Berangkat dari fenomena alam tersebut, Herodotus, sejarawan Yunani, menyebut Mesir sebagai “The Give of Nile” atau “Hadiah Sungai Nil”, karena tanpa endapan lumpur hitam itu, niscaya wilayah Mesir akan menjadi lahan tandus, yang tidak dapat dikembangkan untuk pertanian, awal mula peradaban ini.
Langganan:
Komentar (Atom)